Jangan Korbankan Estetika Kamar Mandi!

Lantai kamar mandi secara konsisten selalu menjadi “korban” dari cipratan air, kaki yang basah, sisa-sisa make up, bahkan cipratan air seni. Maka dari itu, kekuatan lantai kamar mandi dan kebersihannya menjadi begitu penting.

Memang, walaupun penting, lantai kamar mandi yang kuat tersebut tentunya jangan sampai mengorbankan estetika. Berikut ini beberapa contoh lantai kamar mandi ramah lingkungan yang dapat menjadi ide bagi Anda. Sebagian dari ide ini bahkan relatif murah dan dapat segera diaplikasikan untuk rumah Anda.

Lantai beton

Lantai beton dapat digunakan untuk berbagai ruangan dan berbagai kebutuhan konstruksi, termasuk digunakan sebagai lantai kamar mandi. Beton dapat berfungsi sebagai material akhir dan struktur lantai. Menyederhanakan sistem pemasangan lantai yang rumit menjadi hanya menggunakan satu material merupakan langkah cerdas, efisien, dan irit.

Daur ulang

Anda bisa mempercantik lantai beton dengan barang-barang hasil daur ulang seperti kaca, porselen, atau abu sisa pembakaran baru bara. Namun, jika batubara merupakan hal langka di tempat Anda, sebaiknya Anda tidak perlu memikirkan alternatif ini. Selain mahal, distribusi batu bara juga sangat tidak ramah lingkungan. Cobalah mengkombinasikan lantai beton dengan lantai kayu, misalnya.

Lantai kerikil

Bebatuan licin dan halus dengan lembut akan memijat kaki Anda yang lelah dan memberikan kesan “spa” pada kamar mandi Anda. Bebatuan kerikil yang konvensional biasanya didapatkan dengan menambang batu-batu tersebut.

Namun, jika Anda menginginkan alternatif yang ramah lingkungan, Anda dapat menggunakan lantai kerikil dari bahan kaca daur ulang.

Lantai teraso

Teraso sifatnya seperti marmer buatan. Ada dua jenis teraso, yaitu teraso dengan permukaan mengkilap dan teraso dengan permukaan kasar.

Teraso dengan permukaan kasar disebut juga dengan peeble wash. Teraso merupakan lantai yang kuat dan enak dilihat. Material ini dibuat dari serpihan marmer atau granit yang dijadikan satu dengan beton dan dipoles.

Teraso dapat berharga cukup mahal. Jika kamar mandi Anda tidak terlalu besar, mungkin Anda dapat mempertimbangkan lantai yang tampak mengkilap dan indah ini.

Lantai linoleum

Linoleum yang asli dibuat dari material alami. Bahan-bahan alami ini adalah minyak biji rami yang antimikroba sehingga sempurna untuk memerangi jamur di kamar mandi.

Linoleum tahan terhadap goresan, api, air, dan seiring waktu, linoleum justru akan semakin kuat. Lantai ini disebut juga sebagai, “lantai berusia 40 tahun”. Linoleum tersedia dalam lembaran, ubin, atau papan.

Lantai kaca

Lantai yang terbuat dari ubin kaca hasil daur ulang memiliki kualitas yang seperti perhiasan. Ia tersedia dalam beragam pilihan warna dan dapat mempercantik kamar mandi Anda.

Lantai keramik

Beberapa merk keramik membuat produknya dari 21 persen bahan post-industrial yang telah didaur ulang, termasuk limbah keramik dari barang pecah belah. Lantai keramik harganya terjangkau dan sangat terbuka pada berbagai desain yang ingin Anda terapkan. Anda juga dapat membuat mozaik dari lantai keramik.

Lantai gabus

Cork atau gabus penutup botol minuman dapat digunakan menjadi penutup lantai. Gabus dapat diperbaharui dengan cepat.

Setiap sembilan tahun sekali, prosuden di Portugal dan Spanyol menanggalkan kulit pohon gabus tanpa merusak pohon tersebut. Gabus yang digunakan untuk wine akan disisihkan terlebih dahulu, baru gabus yang akan digunakan sebagai bahan baku papan gabus dan untuk lantai.

Lantai kayu

Para perancang dan arsitek menghindari penggunaan kayu sebagai lantai kamar mandi. Padahal, meneruskan penggunaan lantai kayu dari kamar ke kamar mandi justru akan memberikan aksen “mulus”.

Sayangnya, jika berbicara dalam kacamata ekologi, kayu dapat menjadi material paling baik atau bahkan paling buruk. Kayu hampir sempurna jika setelah ditebang, para penebang memikirkan juga mengenai keberlangsungan stok kayu dengan menanam kembali pohon-pohon. Pasalnya, kayu sangat kuat dan awet, rumah yang menggunakan bahan dasar kayu dapat berumur panjang. Namun, jika ditebang tanpa memikirkan keberlangsungannya, menggunakan kayu dapat berarti juga merusak lingkungan.

 

Sumber: Kompas.com

Leave a Reply